Wilayah kecamatan Senori adalah wilayah kecamatan yang berada di sebelah selatan kabupaten Tuban Jawa Timur.
Kecamatan Senori berbatasan dengan kecamatan Bangilan sebelah barat, kecamatan Singgahan sebelah utara dan kecamatan Parengan sebelah Timur, serta kabupaten Bojonegoro di sebelah selatan.
Kecamatan senori terdiri dari 12 desa yaitu:
1. Desa Sidoharjo
2. Desa Wonosari
3. Desa Banyurip
4. Desa Leran
5. Desa Wangluwetan
6. Desa Wanglukulon
7. Desa Sendang
8. Desa Jatisari
9. Desa Rayung
10. Desa Katerban
11. Desa Medalem.
Senori termasuk salah satu kecamatan yang terkenal dengan banyaknya pondok pesantren (PONPES) yang sering mendapat julukan Kampung Santri.
Selain itu banyak sekali instansi pendidikan yang ada di wilayah kecamatan senori ya satunya adalah SLTPN 1 Senori, SMU Migas, SLTP Migas. MA Senori, SMU islam senori dan masih banyak instansi pendidikan mulai dari tingkat pra sekolah hingga univ/sekolah tinggi.
Meski terletak sekitar 60 km dari kota kabupaten, dalam soal pendidikan tidak mau kalah dengan kecamatan yang terletak dekat dari ibu kota kabupaten.
Meski Senori adalah kecamatan kecil dikabupaten Tuban tetapi telah banyak melahirkan tokoh2 negarawan dan ulama yang sangat terkenal.
Banyak pendatang yang datang ke senori hanya untuk menimba ilmu agama Islam yang konon juga tidak kalah dengan pondok pesantren yang terkenal.
Kendala yang dihadapi kecamatan senori adalah transportasi yang agak sulit dijangkau apalagi jika agak menjelang malam hanya ojeklah salah satu alat transportasi yang menghubungkan antara Senori dengan Bakalan.
Penggunaan kendaraan pribadi adalah salah satu alternatif untuk mengatasi mahalnya transportasi ojek yang ada di kecamatan senori.
Kekayaan alam dan lahan pertanian yang luas dan subur adalah modal utama yang dapat meningkatkan penghasilan dan taraf hidup orang Senori. Hamparan hijau dimusim penghujan menambah kesejukan hati bagi siapa saja yang datang dan melintas di wilayah kecamatan senori.
21 Desember 2008
15 Desember 2008
PENURUNAN HARGA BBM 2008
Asik harga BBM turun begitulah mungkin kita menyambut kebahagiaan atas turunnya harga bahan bakar minyak mulai 15 desember 2008 lalu.
Penurunan harga BBM pada tahun 2008 ini adalah kali kedua yang setelah sebelumnya sempat turun sebesar Rp.500 per liter dan pada penurunan BBM kali ini juga turun sebesar Rp.500 setelah mengalami kenaikan yang diakibatkan karena kenaikan harga minyak dunia yang mencapai 150 dolar per barel.
Penurunan harga minyak dunia yang sangat drastis setelah mengalami kenaikan yang mencengangkan juga memaksa pertamina untuk ikut menurunkan harga BBM khususnya premium dan solar.
pada tahun 2008 ini harga premium yang dulunya Rp.6000 per liter turun menjadi Rp.5000 per liter. Selain premium harga solar juga mengalami penurunan sehingga harga solar sekarang menjadi Rp.4800 per liter.
Penurunan harga BBM kali ini tidak diiringi dengan antrian panjang para pembeli BBM seperti awal desember lalu. Hal ini dikarenakan semua SPBU yang menjual BBM dijanjikan akan mendapat kompensasi dari pemerintah tetapi kompensasi apa yang akan diberikan kepada SPBU tidak disebutkan menteri keuangan.
para pengusaha SPBU mengaku mengalami kerugian sekitar 15 jt karena BBM yang di jual adalah harga BBM lama, meskipun demikian pengusaha SPBU harus sabar menunggu kompensasi dari pemerintah.
Penurunan premium dan solar tidak juga di ikuti dengan turunnya tarif angkutan dikarenakan harga onderdil kendaraan masih mahal menurut para sopir angkutan.
Selain itu banyak warga masyarakat yang masih belum tahu kalau harga BBM turun sehingga antrian tidak terlalu banyak, seperti di SPBU SLEKO kabupaten Tuban dan SPBU PLOSO kabupaten Jombang. Selain itu sepanjang arah Jombang Tuban antrian pembeli BBM masih normal.
Harapan masyarakat dengan turunnya harga BBM ini di iringi dengan harga barang barang pokok dan angkutan kendaraan umum khususnya angkutan darat.
Lumayan ya premium dan solar turun wah iso hemat uang nihh... Maka berbahagialah badi para pembajak, pendhudhuk, dan Pp ayo disukuri bareng2. Ok
Penurunan harga BBM pada tahun 2008 ini adalah kali kedua yang setelah sebelumnya sempat turun sebesar Rp.500 per liter dan pada penurunan BBM kali ini juga turun sebesar Rp.500 setelah mengalami kenaikan yang diakibatkan karena kenaikan harga minyak dunia yang mencapai 150 dolar per barel.
Penurunan harga minyak dunia yang sangat drastis setelah mengalami kenaikan yang mencengangkan juga memaksa pertamina untuk ikut menurunkan harga BBM khususnya premium dan solar.
pada tahun 2008 ini harga premium yang dulunya Rp.6000 per liter turun menjadi Rp.5000 per liter. Selain premium harga solar juga mengalami penurunan sehingga harga solar sekarang menjadi Rp.4800 per liter.
Penurunan harga BBM kali ini tidak diiringi dengan antrian panjang para pembeli BBM seperti awal desember lalu. Hal ini dikarenakan semua SPBU yang menjual BBM dijanjikan akan mendapat kompensasi dari pemerintah tetapi kompensasi apa yang akan diberikan kepada SPBU tidak disebutkan menteri keuangan.
para pengusaha SPBU mengaku mengalami kerugian sekitar 15 jt karena BBM yang di jual adalah harga BBM lama, meskipun demikian pengusaha SPBU harus sabar menunggu kompensasi dari pemerintah.
Penurunan premium dan solar tidak juga di ikuti dengan turunnya tarif angkutan dikarenakan harga onderdil kendaraan masih mahal menurut para sopir angkutan.
Selain itu banyak warga masyarakat yang masih belum tahu kalau harga BBM turun sehingga antrian tidak terlalu banyak, seperti di SPBU SLEKO kabupaten Tuban dan SPBU PLOSO kabupaten Jombang. Selain itu sepanjang arah Jombang Tuban antrian pembeli BBM masih normal.
Harapan masyarakat dengan turunnya harga BBM ini di iringi dengan harga barang barang pokok dan angkutan kendaraan umum khususnya angkutan darat.
Lumayan ya premium dan solar turun wah iso hemat uang nihh... Maka berbahagialah badi para pembajak, pendhudhuk, dan Pp ayo disukuri bareng2. Ok
14 Desember 2008
Abu Nawas Mendemo Tuan Kadi
Pada suatu sore, ketika Abu Nawas sedang mengajar, datanglah dua orang tamu. Pertama seorang wanita tua penjual kahwa (minuman keras khas Arab), dan yang satunya adalah seorang pemuda Mesir. Kedua tamu itu mengadu kepada Abu Nawas. Setelah mendengar pengaduan itu, Abu Nawas menyuruh pulang murid-muridnya.
"Sekarang kalian pulanglah! nanti malam, kalian datang membawa cangkul, penggali, kapak, martil, dan batu". Perintah Abu Nawas.
Malam harinya, berkumpullah seluruh murid-muridnya.
"Malam ini, pergilah kalian menuju rumah tuan Kadi. hancurkan rumahnya. Ratakan dengan tanah".
Murid-murid Abu Nawas segera menuju rumah tuan Kadi. Sesampai disana, dihancurkan rumah itu sampai rata dengan tanah. Ketika mereka ditanya siapa yang menyuruh, mereka langsung menjawab Abu Nawas.
Pagi harinya tuan Kadi melaporkan kejadian itu kepada Sultan. Abu Nawas pun dipanggil.
"Hai Abu Nawas mengapa kamu hancurkan rumah Kadi?" tanya Sultan.
"Sebab pada suatu malam saya bermimpi. tuan Kadi menyuruh hamba untuk merusak rumahnya. Rumah itu tidak cocok lagi dan ia menginginkan rumah yang lebih bagus lagi" jawab Abu Nawas tenang.
"Hai Abu Nawas apa boleh sebuah perintah dilakukan hanya karena mimpi? hukum di negara mana yang kamu pakai itu?" hardik Sultan.
"Hamba memakai hukum tuan Kadi, tuanku" jawab Abu Nawas.
"Hai Kadi! benarkah kamu mempunyai hukum seperti itu?" tanya Sultan kepada tuan Kadi.
Tuan Kadi tidak menjawab. Wajahnya pucat dan tubuhnya gemetar karena takut.
"Abu Nawas jelaskan mengapa ada peristiwa seperti itu?" perintah Sultan.
"Baiklah Sultan, beberapa hari yang lalu ada seorang pemuda Mesir datang ke Baghdat untuk berdagang. Ia membawa harta yang sangat banyak. pada suatu malam ia bermimpi menikah dengan anak tuan Kadi. maskawinnya sangat banyak. ini hanya mimpi Sultan".
Rupanya, tuan Kadi mendengar kabar mimpi itu. Ia langsung mendatangi si pemuda Mesir dan meminta mas kawin anaknya. Tentu saja pemuda Mesir itu menolak. Akan tetapi, tuan Kadi tetap merampas semua harta benda milik pemuda itu. Akhirnya si pemuda jadi gelandangan. Untunglah ia ditolong seorang wanita penjual kahwa.
Sultan terkejut mendengar cerita Abu Nawas. beliau lalu memanggil si pemuda. setelah tiba ia pun bercerita. Ternyata, cerita si pemuda itu sama dengan cerita Abu Nawas.
Sultan sangat marah kepada tuan Kadi. tuan kadi langsung dipecat dari jabatannya. Seluruh harta tuan Kadi diberikan kepada pemuda Mesir.
(sumber: Abu Nawas Sang Penggeli Hati, Lintas Media. Jombang).
Langganan:
Postingan (Atom)